Kata Pengantar

 Hadits riwayat Ibnu Asakir, “Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan kamu hidup untuk selamanya. Dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan-akan kamu mati besok”. Ungkapan yang dalam dari nabi SAW. dengan sarat akan maknanya. Beliau mengajarkan kepada umatnya untuk bekerja semaksimal mungkin dalam urusan duniawi maupun ukhrawi.

 

Islam sejak 1400 tahun yang lalu, sudah mengajarkan kepda umatnya untuk berwirausaha, sebagaimana yang nabi SAW. sabdakan bahwa untuk menjadikan seseorang menjadi kaya dengan jalan berwirausaha, karena sembilan dari sepuluh kekayaan dengan cara berdagang atau berwirausaha.

 

Berwirausaha kembali pada tujuan utamanya, yaitu sebagai seorang muslim, tujuan utamanya adalah ridhallah, bukan hanya dunia yang digulati saja tetapi akhirat juga. Maka disini berlaku hadits nabi SAW.;“Tangan di atas lebih mulia dari tangan yang di bawah”, maksudnya seseorang memberi atau bersedekah apapun, itu lebih baik daripada yang diberi. Konteks ini, “tangan di bawah” itu tidak memperlihatkan adanya suatu usaha untuk kemakmuran dirinya, sedangkan “tangan di atas” menggambarkan orang tersebut ada sebuah usaha untuk dirinya sendiri dan orang lain.

 

Titik hidupnya terletak pada seorang pengusaha (entrepreneur) yang merupakan urat nadi perekonomian. Perannya yang sangat besar dalam memajukan dan mengembangkan dunia. Namun sangat disayangkan, tidak sedikit kaum Muslim mengabaikan aktivitas muamalah yang diperintahkan dalam al-Qur’an dan Hadits. Mereka tidak memperhatikan dakwah Islam yang bijaksana untuk menuju kehidupan bahagia yang sesuai dengan aturan sistem ekonomi Rabbani.

 

Meskipun demikian, harapan tetap ada untuk mengembalikan umat pada posisi yang dicintai Allah, yaitu umat yang mempergunakan karunia untuk ketaatan kepada Allah SWT. Memakmurkan negeri dengan sebaik-baiknya, dan mensyukuri limpahan di setiap nikmat yang telah berikanNya.

 

 

 

© 2020 MBGSyariah.com. All rights reserved | Design by W3layouts